SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Masyarakat Kabupaten Kotawaringin Timur,  mengaku tak masalah dengan asal sapi yang akan dijadikan hewan kurban. Bagi mereka yang penting sapi sehat dan mudah dicari. 

"Memang biasanya saat kurban, kami biasa membeli sapi dari Jawa Timur atau Madura. Tapi sekarang adanya hanya sapi Sulawesi, tidak apa yang penting ada dan sehat,"  kata Herman, calon pembeli sapi, Rabu 15 Juni 2022. 

Calon pembeli ini mengaku harus survei dulu keberadaan sapi, namun keberadaan sapi dari Jawa Timur dan Madura memang terbatas. Sehingga dengan datangnya sapi Sulawesi ini calon pembeli cukup terbantu. 

"Makanya kami survei dulu, tidak apa kalau pesan dulu, yang penting bisa dipastikan kedatangannya," katanya 

Sementara itu, Masrani pedagang sapi di Sampit mengaku, saat ini ada 65 ekor sapi di kandang miliknya. Kemungkinan jumlah ini masih kurang untuk keperluan hewan kurban saat Iduladha tahun ini. 

--page

"Makanya insya Allah kami akan dua kali mendatangkan sapi, hingga mendekati hari H nanti pun masih bakal ada lagi sapi yang datang," katanya. 

Pemerintah telah melarang pasokan sapi dari Jawa Timur semenjak adanya wabah penyakit mulut dan kuku. Hal ini berpengaruh terhadap pasokan sapi kurban ke Kalimantan khususnya ke Kabupaten Kotawaringin Timur. Makanya, pasokan sapi dari Pulau Sulawesi menjadi salah satu alternatif kebutuhan pasokan sapi kurban. (USAY NOR RAHMAD/B-11)