BORNEONEWS, Palangka Raya - Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan COVID-19 Prof. Wiku Adisasmito menjelaskan sebagai antisipasi terhadap varian baru di masa datang, Pemerintah akan terus meningkatkan upaya whole genome sequencing (WGS).
WGS diterapkan dengan melakukan studi epidemiologi sebaran varian, dan memastikan efektivitas alat testing khususnya di pintu-pintu masuk.
“Hal ini diharapkan dapat mendeteksi dan menangani kasus dengan varian baru dengan baik. Surveilans epidemiologi akan terus dilakukan oleh pemerintah, untuk memantau perkembangan varian baru sekaligus melakukan analisis varian baru dari berbagai negara untuk kedepannya dapat mengambil langkah kebijakan yang tepat,” katanya.
Selanjutnya sesuai pembelajaran dalam menghadapi varian baru di masa lalu, maka wajib bagi seseorang meningkatkan kesadaran pribadi menjalankan protokol kesehatan.
Protokol kesehatan diterapkan sesuai peraturan yang berlaku dan segera vaksinasi bagi yang belum. Karena para ahli bersepakat bahwa vaksin masih cukup efektif meningkatkan perlindungan dari beberapa varian baru.
--page
“Kita tentunya berharap, tidak terjadi kenaikan kasus yang signifikan walaupun ditemukannya varian baru. Karena pada prinsipnya kasus yang terjaring akan melalui prosedur isolasi sampai dinyatakan negatif/sembuh,” pungkasnya.
Berdasarkan data yang dirilis Satgas Penanganan Covid-19 Kalteng, Rabu 15 Juni 2022, kasus konfirmasi Covid-19 tidak mengalami penambahan. Pasien sembuh tidak mengalami penambahan. Sedangkan jumlah pasien meninggal dunia pun tidak mengalami penambahan. (HERMAWAN DP/B-11)








