MUSIM penghujan masih menjadi momok bagi warga Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Banjir dan gangguan kesehatan, selalu jadi ancaman serius bagi warga. Sejumlah desa di beberapa kecamatan di Kobar terendam banjir. Sementara, jumlah pasien demam berdarah dengue (DBD), kian hari kian bertambah.

Butuh akselerasi demi mengantisipasi potensi banjir dan ancaman kesehatan di Kobar. Dinas terkait diminta segera ambil sikap dan tidak lempar tanggung jawab.

Bupati Kobar Bambang Purwanto menanggapi banyaknya wilayah di Kobar yang tergenang air dan menjadi korban DBD, di kantornya, Rabu (6/1/2016).

Ia mengakui penanganan banjir dan gangguan kesehatan di Kobar masih jauh dari yang diharapkan. Menurutnya, dinas dan instansi terkait seharusnya dapat lebih cepat dan tanggap terhadap potensi banjir dan gangguan kesehatan yang belakangan mengancam.

Bupati meminta dinas terkait bisa lebih aktif dan turun ke lapangan. Secara persuasif seharusnya bisa mengajak warga untuk tanggap saat kondisi terburuk. “Tanpa menunggu instruksi, seharusnya langsung turun ke lapangan. Kasih contoh kepada warga,” kata Bambang Purwanto.

Lebih lanjut dirinya juga meminta dinas terkait memahami tugas pokok dan fungsinya (tupoksi) masing-masing, dan tidak melempar tanggung jawab kepada pihak lain. “Penanganan kesehatan itu, seharusnya tidak perlu pakai surat edaran. Yang benar ya turun ke lapangan. Jangan lempar tanggung jawab ke kecamatan atau kelurahan. Kan sudah ada tupoksi masing-masing.”

Dalam waktu dekat, Bupati berencana akan melakukan tinjauan ke lapangan. Khususnya terkait penanganan banjir di Kecamatan Pangkalan Banteng. Menurut hematnya, kecamatan tersebut merupakan parameter penanganan banjir di Kobar. “Soalnya, kalau daerah sana banjir, di daerah sini bisa kena dampaknya.”

Sumur resapan

Pihaknya akan segera membuat sumur-sumur resapan dan saluran pengendali banjir di daerah rawan. Selain itu, ia berharap agar perusahaan besar swasta (PBS) dapat menjalankan program sosialnya. Dalam bentuk pembuatan embung, sumur resapan dan lain-lain. “Tapi nanti titiknya kami yang persiapkan.” (RD/B-7)