PULUHAN hektare ta­naman padi di Kecamatan Pulau Ma­lan sejak tiga hari ter­akhir ini mulai terendam ban­jir akibat luapan Sungai Katingan.

Selain di Desa Dahian Tung­gal, tanaman padi yang baru berumur sebulan itu juga ber­ada di Desa Buntut Bali, Ku­luk Bali, Tewang, dan sejumlah desa di Pulau Malan.

Demikian diutarakan petugas penyuluh lapangan (PPL) Ke­camatan Pulau Malan, Indarto kepada Borneonews, Ra­bu (6/1/2016).

Menurutnya luasan lahan yang ditanami padi yang ter­rendam mencapai puluhan hek­tare.

“Kondisi airnya sejak hari per­tama banjir sampai kema­rin belum surut, bahkan ki­ta prediksi air akan bertam­bah naik, sebab informasinya Sungai Katingan di Sanaman, Kecamatan Katingan Hulu juga meluap,” katanya.

Indarto mengaku jika dua atau tiga hari sawah yang kebanjiran itu maka ditanami pa­di yang ada masih bisa se­lamat.

Tapi jika tergenangnya hing­ga seminggu lebih maka per­tumbuhan padi akan ter­gangg­u, malah akibat lama kebanjiran tanaman padi akan layu, lalu menguning ke­mudian mati.

“Makanya saya ada rencana­ melapor ke dinas, sebab sa­wah yang kebanjiran itu ti­dak hanya satu desa, tapi be­berapa desa,” imbuhnya.

Pantauan Borneonews di Ka­songan, sejak dua hari de­bit air Sungai Katingan se­kitar Jembatan Kasongan mulai meluap ke permukim­an.

Ketinggian luapan air sung­ai ini masih 10-20 centimeter­. Namun sejumlah warga ter­uta­ma yang bermukim di ban­taran Sungai Katingan men­gaku sudah biasa dengan­ luapan air sungai ini.

“Paling 2-3 hari lagi air kem­bali surut, tapi kalau hu­jan terus setiap hari, terutama­ bagian hulu, bukan tidak mung­kin banjir akan meren­dam­ perumahan warga,” ka­ta Nurohman, warga Kasong­an Lama RT 13. (B-6)