PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Wakil Ketua Komisi III DPRD Kalteng, Siswandi mendorong pemda supaya dapat memaksimalkan pelayanan kesehatan ditingkat bawah, terutama di wilayah pelosok, sehingga permasalahan kesehatan masyarakat dapat lebih fokus ditangani.

"Saat ini pandemi sudah membaik, tapi di Kalteng sendiri masih memiliki permasalahan kesehatan yang perlu ditangani, salah satunya stunting. Jadi, sangat perlu adanya pemaksimalan pelayanan kesehatan untuk menangani masalah itu, termasuk perbaikan pola asuh pada anak," katanya, Kamis 16 Juni 2022.

Dia juga mendorong pemda baik provinsi maupun kabupaten dan kota melalui dinas terkait untuk lebih meningkatkan sinergi mengoptimalkan peran puskesmas, puskesmas pembantu, serta posyandu untuk melakukan edukasi pada keluarga di tingkat desa atau kelurahan agar menggalakan kembali ketahanan pangan bagi setiap keluarga.

"Peran aktif masyarakat juga menjadi bagian yang sangat penting, terutama untuk menerima edukasi yang diberikan oleh petugas apa saja yang bisa dilakukan oleh ibu hamil dan menyusui agar bayi mereka bisa mendapatkan asupan gizi yang baik dan seimbang. Sehingga stunting ini bisa ditekan," ujarnya.

--page

Sementara Kepala Dinas Kesehatan Kalteng, Suyuti Syamsul mengatakan bahwa, pola asuh anak saat ini masih menjadi persoalan yang perlu diselesaikan dalam upaya penurunan angka stunting. Sebab, masih banyak keluarga di Kalteng kurang dalam hal memperhatikan asupan gizi dari makanan yang dikonsumsi anak.

"Pola asuh ini masih menjadi tugas berat karena masih banyak orang tua yang memberikan makanan kemasan cepat saji seperti mie instan untuk dikonsumsi anak-anaknya. Kami juga berupaya dengan mengarahkan Satgas Percepatan Penurunan Stunting dan Tim Pendamping Keluarga yang terdiri dari Bidan, penyuluh KB, kader PKK untuk bersama mengatasi masalah ini," tandasnya. (DONNY D/B-6)