BORNEONEWS, Palangka Raya - Penipuan online yang bahkan menggasak seluruh isi rekening nasabah sebuah bank baru-baru ini di Kalteng, disebut sebagai Phising dalam bahasa penipuan online-nya.
Wakil Ketua II Komisi C DPRD Palangka Raya, Arthur Apriossi Tuwan mengatakan bahwa diantara lima istilah penipuan online, memang Phising yang paling sering terjadi.
"Apa yang disebut penipuan phising adalah ketika si penipu menghubungi calon korban melalui e-mail, telepon, ataupun pesan teks, mengaku sebagai perwakilan dari salah satu lembaga resmi," kata Arthur pada Kamis, 16 Juni 2022.
Yang santer diberitakan saat ini menurut Arthur ialah penipu yang mengaku dari BRI, bank milik negara yang disebut sedang melakukan perubahan biaya transaksi sehingga nasabah yang ditelepon diminta untuk melakukan suatu tindakan sebagai bentuk persetujuannya dengan aturan yang disebut akan segera berlaku itu.
"Setelahnya, pelaku meminta data-data pribadi calon korban, perbankan, kartu kredit, hingga kata sandi milik calon korban," tuturnya lagi.
Politisi Partai Demokrat ini melanjutkan para penipu pelaku phising ini biasanya menghubungi calon korban dengan intonasi ramah dan bersahabat sebelum meminta data-data pribadi, perbankan, kartu kredit hingga kata sandi.
--page
"Jadi berhati-hatilah jika ada seseorang yang menelepon atau email dan pesan teks yang mengaku sebagai costumer service dari bank ditempat anda membuka rekening terus meminta yang aneh-aneh hingga terlihat tak wajar," pesannya. (TESTI PRISCILLA/B-6)









