TIM Nasional Indonesia terancam absen di Piala AFF 2016. Menyusul masih belum bisa dipastikannya kapan sanksi suspensi FIFA terhadap Indonesia bakal dicabut. Sanksi itu sudah dijatuhkan badan sepak bola dunia itu sejak 30 Mei 2015.
Sejauh ini memang belum terdapat tanda-tanda FIFA bakal mencabut sanksi. Pasalnya, pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga belum mencabut pembekuan PSSI. Selain itu, mekanisme pemutihan sanksi untuk Indonesia harus melalui Kongres FIFA yang digelar sekali dalam setahun.
Menurut Sekretaris Jenderal PSSI Azwan Karim, Indonesia masih diberikan kesempatan untuk melakukan registrasi mengikuti turnamen dua tahunan itu hingga Mei 2016. “Terakhir sekjen AFF, Dato Azzudin Ahmad bilang seperti itu. Karena mereka akan melakukan pertemuan Dewan AFF pada Juni 2016,” ujarnya.
“Sebenarnya Indonesia sudah teregistrasi, tapi lantaran sanksi FIFA ini jadi masih ditunggu oleh AFF hingga tenggat itu,” tambahnya.
Di sisi lain, Azwan mengungkapkan sebenarnya Indonesia juga dijadikan sebagai tuan rumah alternatif pada Piala AFF tahun ini, jika Filipina masih dinilai tidak layak untuk menjadi tuan rumah.
Berdasarkan ketetapan sebelumnya, untuk tahun ini yang menjadi tuan rumah adalah Myanmar dan Filipina. Turnamen ini rencananya digelar pada Desember 2016.
“Karena ada lumayan banyak fasilitas di Filipina termasuk stadion yang masih belum memenuhi standard. Kami berharap semoga sanksi FIFA ini bisa dicabut segera agar timnas kita bisa bermain kembali di level internasional,” jelasnya.
Sementara itu, prestasi timnas Indonesia di Piala AFF memang belum bisa dibanggakan.
Prestasi tertinggi pasukan Merah Putih hanya menduduki posisi runner up sebanyak empat kali pada 2000, 2002, 2004, dan 2010.
Terakhir, pada Piala AFF 2014 timnas Indonesia tidak bisa berbuat banyak lantaran gugur di fase grup. Ketika itu, timnas yang dilatih Alfred Riedl kalah bersaing dengan Vietnam dan Filipina.
(Goal.com/B-3)








