NASIB nahas dialami Haikal (10 tahun), warga Desa Kebun Agung, Kecamatan Pangkalan Banteng, Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah. Sepulang berlibur dari Pangkalan Bun, ibukota Kobar, ia terkena demam berdarah dengue (DBD) dan harus rawat inap di Rumah Sakit Rakyat (RSR) Semanggang, Pangkalan Banteng.
Bocah kelas IV di SD swasta milik PT Astra (GSDI) itu diduga digigit nyamuk aedes agepty. Yaitu ketika tengah berlibur ke tempat saudaranya di wilayah Pelingkau, Kelurahan Baru, Pangkalan Bun.
“Sepulang dari Pangkalan Bun, anak saya langsung demam tinggi kemudian saya bawa ke RSR Semanggang ini sejak Minggu (3/1/2016),” kata Sri, ibu kandung Haikal, yang tengah duduk di samping anaknya yang terkulai lemas dengan suntikan infus di lengannya, Rabu (6/1/2016).
Dokter yang merawatnya menyatakan, saat datang pertama datang ke RSR kondisi Haikal lemas dengan suhu badan tinggi. Setelah dua hari dirawat, sebagian tubuhnya mulai mengeluarkan bintik-bintik merah.
“Pertamanya kita diagnosa kena tipus. Setelah beberapa hari muncul gejala DBD seperti bintik merah di beberapa bagian tubuhnya. Kami lakukan perawatan intensif dan kini kondisinya mulai membaik,” kata dr Jhonferi Sidabalok, yang tengah mengecek kondisi Haikal di ruang rawat inap, kemarin.
Sepuluh kasus
Kepala Puskesmas atau RSR Semanggang itu menyebutkan, terdapat 10 kasus DBD yang dirawatnya. Mereka berasal dari Desa Makarti Jaya.
“Selama 2015, kasus DBD di RSR Semanggang baru terjadi pada Desember, yaitu 10 kasus, itu pun dari luar wilayah Puskesmas Semanggang” kata Jhonferi.
Sementara di Kobar, kasus DBD selama 2015 tercatat 307 kasus. Pada Desember terjadi ledakan empat kali lipat (91 kasus) dari bulan sebelumnya (23 kasus) DBD.
“Tahun 2015 lumayan tinggi, jumlah kasusnya 300 lebih. Perkiraan kita puncak DBD ini pada Desember 2015 sampai Januari 2016,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Kobar, Indrawan Sakti, melalui Kabid Pengendalian Masalah Kesehatan (PMK).
(B-1)


