Sebanyak 183 orang tercatat singgah di Pos Tanggap Darurat Bencana Kabut Asap yang didirikan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Murung Raya (Mura) pada 2015. Di rumah singgah tersebut mereka mendapatkan pelayanan kesehatan, oksigen, dan pembagian masker gratis.

Hal itu diungkapkan Kepala BPBD Mura, HA Nafiah, sebagai catatan tentang penanganan korban bencana kabut asap yang dipicu maraknya kebakaran hutan dan lahan (karhutla) pada musim kemarau 2015. Bencana asap berlangsung sekitar empat bulan yang berakhir sekitar November.

'"Rumah singgah itu tempatnya meminjam gedung Skretarian PKK kabupaten Mura," kata Nafiah di kantornya, Kamis (7/1/2016).

Untuk mengantisipasi kondisi serupa pada tahun ini, ia berharap ada kebijakan dari pemerintah pusat untuk meminimalisasi karhutla secara efektif. (SU/B-1))