BORNEONEWS, Muara Teweh - Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah ( Disnakertranskop UKM) Kabupaten Barito Utara, M Mastur pada Jumat, 17 Juni 2022 mengatakan, meningkatnya jumlah pengangguran yang sebagian besar di antaranya adalah tenaga kerja dengan tingkat pendidikan dan keterampilan yang rendah, seolah-olah menjadi momok bagi pemerintah Kabupaten Barito Utara.
Ditambah lagi, kata dia, dua tahun terakhir ini Indonesia di serang pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian masyarakat melemah diakibatkan PHK dan usaha masyarakat banyak yang gulung tikar.
Oleh sebab itu, kata dia, diperlukan perhatian dan kerja sama yang serius dari pemerintah dengan perusahaan daerah maupun swasta untuk dapat menyelenggarakan pelatihan kerja membekali, meningkatkan dan mengembangkan kompetensi kerja. Hal itu demi meningkatkan kemampuan, produktifitas dan kesejahteraan tenaga kerja beserta keluarganya.
"Sebagaimana diamanatkan oleh undang-undang Nomor 13 Tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan," jelasnya.
Menurutnya, peningkatan kesejahteraan melalui penciptaan dan perluasan kerja dapat terus dilakukan seiring dengan peningkatan kualitas SDM, sehingga daya saing industri terus meningkat.
--page
Masih menurutnya, peningkatan kemampuan dan kualitas kerja merupakan salah satu unsur penting dalam dunia kerja. Terlebih di tengah-tengah persaingan globalisasi yang menuntut sumber daya manusia di daerah, khususnya Barito Utara untuk terus berpacu meningkatkan kualitas diri menjadi tenaga kerja siap pakai.
Dia menambahkan, banyak keuntungan yang diperoleh ketika mengikuti pemagangan. Di antaranya membangun jiwa yang disiplin dan meningkatkan keterampilan khusus sesuai yang dibutuhkan oleh dunia usaha dan dunia industri.
"Karena dalam pemagangan para peserta mendapatkan pengalaman yang sifatnya langsung berupa kompetensi," pungkasnya. (RAMADHANI/B-7)









