NELAYAN di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) mengaku mendapat berbagai bantuan dari pemerintah pusat melalui program Seribu Kampung Nelayan Tangguh Indah Mandiri atau Sekaya Maritim. Ini dianggapnya sebagai bukti nyata kepedulian pemerintah terhadap nelayan.

''Yang hebat itu banyak, tapi yang peduli seperti ini yang kami nantikan," kata Ahmad, salah satu nelayan Kotim, Kamis (7/1/2016).

Berbagai bantuan untuk nelayan di Kotim diserahkan secara simbolis oleh Penjabat (Pj) Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng), Hadi Prabowo, kepada perwakilan kelompok nelayan dan pemerintah daerah. Penyerahan bantuan dilakukan usai upacara peringatan HUT ke-63 Kotim di Stadion 29 November Sampit, Kamis pagi, disaksikan Penjabat (Pj) Bupati Godlin dan unsuf forum koordinasi pimpinan daerah (FKPD).

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Kotim, Jakatan, mengatakan, bantuan tersebut berasal dari Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Bantuannya berupa mobil pintar nelayan, mesin tempel, kontainer bengkel, dua unit motor bengkel, dan lainnya.

"Mobil pintar itu nanti untuk melayanani kepentingan nelayanan seperti penyuluhan dan lainnya. Nanti ada operator khusus yang dilatih, ada sopirnya juga. Motor bengkel bisa dimobilisasi tiga kecamatan di kawasan Selatan. Kalau ada kapal nelayan yang rusak, bisa didatangi. Sedangkan mesin tempel itu untuk perahu nelayan kecil," jelas Jakatan.

Selain melalui program "Sekaya Maritim", sebelumnya juga ada bantuan kapal melalui dana alokasi khusus (DAK). Pada 2015 bantuan yang diberikan di antaranya tiga unit kapal, terdiri satu unit berkapasitas 12 GT dan dua unit berkapasitas 8 GT yang sudah diserahkan kepada para kelompok nelayan.

Nelayan di Kotim tersebar di empat kecamatan yaitu Teluk Sampit, Pulau Hanaut, Mentaya Hilir Selatan, dan Mentaya Hilir Utara. Konsentrasi terbesar berada di Teluk Sampit, khususnya di perkampungan nelayan Desa Ujung Pandaran dan sekitarnya.

Potensi perikanan di daerah ini dinilai masih sangat besar, baik perikanan tangkap maupun budidaya. Pemerintah daerah bertekad terus mendorong peningkatan produksi ikan agar memicu peningkatan kesejahteraan nelayan. (ANT/B-1)