PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Di daerah Sungai Miri, Kalimantan Tengah terdapat beberapa bekas kampung atau disebut Kolohka dalam bahasa Ot Danumnya.

Dikutip dari Folks Of Dayak, komunitas anak-anak muda pemerhati dan pelestari budaya adat Dayak, salah satu Kolohka yang dikenal adalah Kolohka Lawang Kupang. Di sinilah pada zaman dahulu ada tiga orang tokoh sakti yang menggaib.

Pertama ada Ongko Anden. Ongko adalah sebutan untuk orang tua dalam bahasa Dayak. Ongko Anden ialah manusia pertama yang menggaib menjadi Naga atau penjaga alam bawah bagi keberlangsungan manusia Dayak yang ada di bumi Kalimantan.

Kemudian ada Ongko Tering, ongko ini lah yang asal mulanya manusia menjadi Kambe Hai atau Jin yang beranak pinak menjadi iblis /hantu hutan, nyaring pahilep yaitu manusia yang berambut pirang dan suka mencari mangsa atau berburu di waktu hari mau gelap dan waktu hujan panas.

Tokoh ketiga ialah Ongko Ambun yang menggaib menjadi Antang (elang) dan diyakini masih hidup di Puruk Liang Bungai dan menjadi Antang Tajah bagi masyarakat dayak yang ada di DAS Kahayan, Katingan dan Kapuas.

--page

Sewaktu dia masih hidup berupa wujud manusia beliau berpesan kepada anak cucunya, bahwa dia akan tetap setia menjaga orang dayak ketika mendapat ancaman dan akan membantu bila orang dayak berperang / kesusahan dan berencana dalam merencanakan pekerjaan nya dengan catatan pembakaran garu, menabur beras kuning dan darah ayam. (TESTI PRISCILLA/B-6)