BORNEONEWS, Palangka Raya - Anak-anak TK Santo Yosef menampilkan tari-tarian dari berbagai daerah dalam acara perpisahan di Kebun Buah Larosa, Agrowisata Lingkar Luar Palangka Raya, Jumat, 17 Juni 2022.
Berbagai tarian ditampilkan anak-anak. Dimulai dari anak-anak Kelas B yang mendapat kelulusan dan akan melanjutkan ke jenjang SD, yang menampilkan Tari Manasai, Tari Ampar-Ampar Pisang, dan Tari Tor Tor. Sementara anak-anak kelas A yang akan naik kelas ke kelas B menampilkan Tari Geal Geol dan Tari Payung.
Tidak hanya tari-tarian, nyanyian juga ditampilkan anak-anak. Kelas TK B menampilkan nyanyian berjudul Lagu Cinta untuk Mama, sementara kelas TK A menampilkan nyanyian berjudul Guruku Tersayang.
"Kami memohon maaf jika selama pembelajaran dari rumah pada masa pandemi Covid-19 ada banyak kekurangan dari sekolah dalam mengajari anak-anak. Kami juga berterima kasih atas kerjasama para orang tua dalam menjadi penyambung kami kepada anak-anak selama pembelajaran online ini," tutur Kepala TK Santo Yosef, Suster Maria Goretti yang diwakili Miss Citra.
Meski cuaca hujan deras dan tidak bisa secara langsung mengajak anak-anak memetik buah di kebun tersebut, kegiatan yang dilaksanakan di gazebo kebun buah berlangsung cukup meriah bersama keceriaan anak-anak.
--page
"Untuk anak-anak yang akan masuk SD Miss pesan supaya rajin belajar, nurut pada orang tua dan selalu berdoa," pesan Miss Citra lagi.
Puluhan siswa lulus
Puluhan siswa kelas B TK Santo Yosef Palangka Raya telah diluluskan dan menerima pengalungan gordon secara simbolis sebagai tanda kelulusan pada Jumat, 17 Juni 2022.
Kegiatan perpisahan dan kenaikan kelas ini dilaksanakan di Larosa, Agrowisata dan Kebun Buah di Jalan Mahir Mahar Palangka Raya dengan dihadiri para siswa, orang tua, dan para guru.
"Kami merasakan sekali bagaimana susahnya mengajari anak-anak kami di rumah semasa pandemi Covid-19 dan harus belajar dari rumah. Rasanya baru dua bulan ini anak-anak yang memang belajar di sekolah, sekarang malah sudah kelulusan," kata Edwin Ambu Pradipta, salah seorang wali murid yang diminta menyampaikan sambutan.
Orang tua dari Gavriel Zio Faustin ini mewakili para wali murid lainnya menyampaikan permintaan maaf jika selama ini banyak kenakalan yang dilakukan anak-anak selama pembelajaran.
"Kami sebagai orang tua ini punya guyonan sendiri bahwa lama-lama bisa jadi sarjana pendidikan karena jadi guru di rumah untuk anak-anak kami," tuturnya yang disambut tawa setuju para orang tua yang lain.
--page
Meski cuaca hujan deras dan tidak bisa secara langsung mengajak anak-anak memetik buah di kebun tersebut, kegiatan yang dilaksanakan di gazebo kebun buah berlangsung cukup meriah bersama keceriaan anak-anak. (TESTI PRISCILLA/B-5)









