ANGGOTA DPRD Barito Utara (Barut), Henny Rosgiaty Rusli, meminta pemda memperhatikan kesehatan dan kesejahteraan pelacur di lokalisasi Lembah Duren, Kompleks Merong, Jalan Negara Muara Teweh-Puruk Cahu Km 3,5.
Henny minta Dinas Kesehatan memperhatikan dan memberikan pendampingan kesehatan pelacur di sana. “Perhatian terhadap PSK di Merong minim. Memang ada untuk pemeriksaan kesehatan sebulan sekali, namun perlu perhatian lebih,” kata Henny Rosgiaty Rusli, Kamis (7/1/2016).
Para pelacur di sana juga minta diberi pelatihan, seperti memasak, menjahit, dan salon kecantikan. Itu agar mereka memiliki keahlian yang dapat dipergunakan setelah berhenti jadi pelacur. Karena itu Dinsosnakertrans harus memperhatikan aspirasi tersebut.
“Saat saya berkunjung bersama anggota dewan lain, mereka punya niat berhenti dari pekerjaanya. Kebanyakan mereka bekerja seperti itu lantaran persoalan ekonomi,” katanya.
Dinsos senang
Di lain pihak, Kepala Bidang Sosial Kepala Dinas Sosial Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Dinsosnakertrans) Barut Henny Purba mengatakan, pada 2001 pihaknya rutin memberikan pelatihan kepada pelacur di lokalisasi tersebut. Tapi sekarang memang sudah ditiadakan.
“Tahun kemarin ada kita tawarkan untuk pelatihan di tahun ini, para PSK merespon positif,” kata Henny, Kamis (7/1/2016).
Henny menyambut baik apa yang disampaikan DPRD yang juga menghendaki adanya pelatihan di lokalisasi tersebut. “Artinya, jika ada usulan dari Dinsosnakertans pada perubahan APBD 2016 untuk pelaksanaan kegiatan tersebut, agar dapat disetujui. Karena terus terang, anggaran pelatihan untuk para PSK tersebut belum teranggarkan di APBD murni 2016.”
Dalam pelatihan untuk para PSK lokalisasi Merong, imbuh Henny, sebaiknya dilaksanakan secara khusus. Dalam artian tidak berkumpul dengan masyarakat biasa. Sebab, di khawatirkan nantinya timbul hal-hal yang tidak diinginkan. Misalnya para PSK nantinya merasa di kucilkan, jika pelatihan dilaksanakan dengan bergabung bersama masyarakat umum. (DN/B-5)


