TINGKAT penyerapan anggaran Pemkab Seruyan tahun 2015 menyisakan kekecewaan Bupati Seruyan Sudarsono. Terlebih, serapan anggaran tersebut berada pada tingkatan atau di level terburuk se-Kalimantan Tengah. Ddari seluruh kabupaten dan kota di Kalteng, Seruyan menduduki posisi terakhir terkait serapan anggaran.

Bupati Sudarsono dengan tegas mengindikasikan, buruknya tingkat serapan anggaran tahun 2015 dikarenakan kinerja pemerintah daerah khususnya SKPD masih sangat lemah.

Selain itu, segi perencanaan program yang kurang baik. Ditambah lagi, integritas program SKPD yang dilaksanakan belum maksimal.

“Padahal untuk struktur rencana kegiatan program yang telah disepakati sebelumnya akan dilaksanakan (terjadwal), banyak dana yang disediakan untuk pelaksanaan kegiatan belanja daerah, baik itu berupa pengadaan barang dan jasa atau lainnya. Tahun ini saya meminta semuanya bekerja dengan baik dan bisa melakukan pembenahan secara bersama-sama,” kata Sudarsono, Kamis (7/1).

Tingkatkan koordinasi

Di samping itu bupati juga menyebutkan, antar lintas SKPD terkait tahun lalu tingkat koordinasi kurang terjalin dengan baik.

Untuk itu, tahun anggaran 2016 ini terkait banyaknya persoalan yang masih muncul dalam penyerapan anggaran, agar seluruh kepala dinas bisa melakukan koordinasi dengan baik sebagai upaya perbaikan di tahun anggaran baru ini.

“Apa yang kita alami ditahun 2015 hendaknya bisa dijadikan pelajaran. Di 2016 ini jangan sampai terulang lagi. Saya harapkan, mengenai pengadaan barang dan jasa agar bisa disesuaikan dengan kebutuhan riil yang memiliki tujuan untuk peningkatan kualitas kesejahteraan masyarakat Seruyan. Semua program tahun ini harus dilakukan secara cepat dan tepat sesuai dengan aturan yang ditetapkan,” pinta dia.

Bupati menambahkan, melihat pengalaman dalam pelaksanaan program di 2015, untuk tahun 2016 ini diinstruksikan harus sudah terlaksana pada minggu keempat Januari.

Tujuannya, agar proses kegiatan pelaksanaan program, tingkat serapan anggaran dapat lebih cepat dicapai seperti yang diharapkan.

“Khusus untuk bagian Unit Layanan Pengadaan (ULP) Seruyan, agar mulai dari sekarang bisa bekerja dan mempersiapkan segala sesuatunya mengenai rencana pelelangan yang akan dilaksanakan,” pesan Sudarsono.(B-11)