BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Kuwu Senilawati mendorong adanya pengoptimalan bidang pertanian di Kalteng oleh pemprov. Pasalnya, pertanian merupakan salah satu sektor strategis dalam rangka menguatkan ketahanan pangan dan pemulihan ekonomi daerah.
Optimalisasi bidang pertanian sangat perlu dilakukan pemerintah, meningat produksi pertanian Kalteng pada 2021mengalami penurunan sebesar 14,35 persen dibanding 2020. Padahal di 2021, Kalteng memiliki 166 kilometer persegi lahan cetak sawah baru.
"Dalam upaya optimalisasi bidang pertanian, kami merekomendasikan pemerintah untuk memaksimalkan fungsi lahan dan penyuluh pertanian serta menyediakan genotipe padi yang adaptif terhadap curah hujan yang tinggi dan angin kencang, serta membuat kebijakan yang sesuai dengan kondisi dilapangan," ujarnya, Minggu, 19 Juni 2022.
Kuwu menjelaskan optimalisasi bidang pertanian dapat dilakukan juga dengan meningkatkan hasil pertanian komoditas hortikultura, baik buah-buahan lokal maupun sayur-sayuran. Dengan tujuan agar hasil pertanian mampu bersaing dengan komoditas dari luar dan mampu memenuhi permintaan lokal masyarakat.
Selain itu optimalisasi bidang pertanian tidak lepas dari dukungan terhadap food estate sebagai Program Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Tentunya dukungan tersebut harus dimaksimalkan oleh pemerintah, tidak hanya untuk pertanian tetapi juga bidang lain yang terintegrasi, seperti peternakan maupun perikanan.
--page
"Salah satu program gubernur Kalteng yaitu swasembada di bidang peternakan, dalam rangka mendukung food estate sebagai PSN. Tentu, ini harus dimaksimalkan terutama dalam pengelolaan APBD berupa pengadaan bibit ternak sapi potong dan ayam, yang harus dapat terus ditingkatkan pada tahun-tahun selanjutnya," tukas Kuwu. (DONNY D/B-11)









