Curah hujan yang tinggi di belakangan ini membuat sejumlah daerah di Provinsi Kalimantan Tengah meningkatkan kewaspadaan terjadinya bencana banjir.
Kabupaten Kotawaringin Timur termasuk salah satu daerah yang masuk kategori rawan air bah. Hal ini diungkapkan Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo pada peringhatan HUT Kotim ke-63 di Stadion 29 November Sampit, Kamis (07/1/2015)
“Jangan terlena karena bahaya banjir sangat mengancam. Saya perintahkan kepada aparatur pemerintah daerah dan masyarakat agar menjaga lingkungan,” cetus Hadi Prabowo.
Oleh sebab itu, ia mengingatkan instansi terkait dalam hal ini Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kotim untuk meningkatkan pengawasan terutama pada daerah rawan banjir. Hadi Prabowo pun mengajak masyarakat untuk menjaga lingkungan secara arif dan bijaksana.
“Ini merupakan upaya pencegahan agar bencana alam tidak terjadi, atau setidaknya bisa mengurangi dampak yang mungkin terjadi,” tutur penjabat gubernur.
Pemetaan bencana
Sebelumnya, BPBD Kotim telah memetakan potensi bencana di bumi Habaring Hurung. Dari 17 kecamatan yang ada di Kotim, sebagian besar kecamatan memiliki potensi bencana dengan jenis ancaman yang berbeda-beda, seperti banjir, kebakaran lahan dan kabut asap, kekeringan, longsor, angin puting beliung dan lainnya.
Kecamatan Antang Kalang, Telaga Antang, Mentaya Hulu, Bukit Santuei, Kotabesi dan Cempaga masuk daerah rawan banjir. Selain itu, belakangan ini banjir juga sering melanda Kota Sampit yang meliputi dua kecamatan yaitu Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala BPBD Kotim Rukmana Priyatna mengungkapkan, pihaknya sudah mempersiapkan personel, peralatan dan logistik mengantisipasi terjadinya bencana. Target pertama yakni menyelamatkan warga dan menjamin mereka tidak sampai terlantar, apalagi sampai kelaparan.
“Hujan mulai meningkat jadi kita mulai waspada banjir. Ini tugas kami menangani banjir. Kalau terjadi banjir, kita tetapkan status siaga banjir,” ucap Rukmana. (Ant/FI/B-12)


