Omzet 112 pedagang ikan menurun dan terancam menunggak sewa lapak di Pasar Tembaga Indah, Kelurahan Baru, Kecamatan Arut Selatan (Arsel), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar). Mereka adalah hasil relokasi dari Pasar Indrasari yang akan dibangun ulang untuk jangka waktu setahun.

‘’Omzet saya menurun 50%. Biasanya bisa menjual 100 kilogram ikan di Pasar Indrasari, namun di sini persediaan 10 kg per jenis ikan tidak bisa habis,” kata pedagang ikan bernama Nurhasanah, Kamis (7/1/2016).

Keberadaan parkir liar dituding menjadi penyebab sepinya pembeli. Parkiran yang dikelola masyarakat sekitar pasar itu posisinya menghalangi pemerataan pengunjung pasar ikan sehingga keramaian hanya dititik tertentu.

“Harusnya pengunjung melewati pintu los tengah sehingga seluruh lapak akan terlewati. Kalau ditahan di ujung, otomatis pedagang yang ujung pasti sepi,” ujar Ketua Karang Taruna Kelurahan Baru yang juga pengelola Pasar Tembaga Indah, M Iksan.

Para pedagang juga seharusnya kemarin sudah mengangsur biaya sewa lapak. Tapi, dari 112 pedagang ikan, 72 di antaranya mengajukan penundaan.

Berhasil dimediasi

Permasalahan tersebut terdengar Dinas Koperasi UMKM dan Pasar Kobar. Dengan segera mereka melakukan sidak dan langsung memediasi untuk mencari jalan keluar.

Mediasi yang dilaksanakan di halaman parkir tersebut mengambil kesepakatan, pengelola parkir akan mengarahkan pengunjung melalui los bagian tengah. “Kita minta kepada semua pihak yang berkepentingan untuk bekerja sama memajukan dan menghidupkan Pasar Tembaga Indah. Alhamdulilah, semua bisa selesai dan mengambil kesepakatan,” kata Kadis Koperasi UMKM dan Pasar, Abdul Wahab.
(KK/B-1)