BANJIR yang melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan, Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir kian meluas.
Sebelumnya, banjir terdapat di beberapa titik sejumlah kecamatan, yakni Desa Sungai Tuat, Kecamatan Lamandau, Desa Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur, Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik dan Desa Bayat Kecamatan Belantikan Raya.
Tetapi, sejak dua hari terakhir bertambah lima desa lainnya. Mulai dari Desa Kujan, Batu Kotam, Bunut, kelurahan Nanga Bulik (RT 1 serta RT 8 A, B dan C) dan Desa Guci, Kecamatan Bulik yang sebagian rumah warganya terendam banjir.
“Sejak Sabtu pekan lalu, curah hujan di Lamandau memang cukup tinggi. Debit air di beberapa sungai besar, seperti Sungai Bulik, Sungai Lamandau, Sungai Belantikan mengalami kenaikan hingga merendam pemukiman warga,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Siwer S Andai, Kamis (7/1).
Berdasarkan laporan yang terdata saja, sudah ada sembilan desa dari berbagai kecamatan yang sebagian pemukiman warganya terendam banjir.
“Khusus di empat desa yakni Sungai Tuat, Nanga Palikodan, Bayat dan Sungai Mentawa tercatat ada 76 rumah warga yang terendam banjir. Dan sudah mendapatkan bantuan logistik pangan,” bebernya.
Sedangkan di lima desa lainnya masih dilakukan pendataan.
Disebutkannya, hingga kemarin tidak ada korban jiwa dalam musibah banjir tersebut. Hanya saja aktivitas warga di daerah banjir lumpuh.
Bantuan menipis
Sementara itu, terkait stok bantuan bencana di BPBD saat ini mulai menipis. Adapun jumlah bantuan yang tersisa saat ini berjumlah 40 paket bantuan.
“Kita sangat memerlukan bantuan dari BNPB melalui provinsi (Kalteng). Meskipun dari pemkab (Lamandau) juga ada bantuan, tapi diprediksi tidak mencukupi kebutuhan yang ada. Terlebih pendataan korban masih terus berlanjut dan faktanya jumlahnya terus bertambah,” tandasnya.(B-11)


