BANJIR besar masih merendam dan mengisolasi delapan desa yang dihuni ribuan warga di Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar), Kalimantan Tengah (Kalteng). Banjir dengan ketinggian air 1-4 meter ini cukup mengejutkan karena Aruta berada di kawasan hulu Sungai Arut yang merupakan dataran tinggi.
Menurut Camat Aruta, Marwoto, kuat dugaan banjir akibat aktivitas pembersihan lahan (land clearing) oleh perusahaan hutan tanaman industri (HTI) PT Korintiga Hutani. Perusahaan asal Korea ini mengubah banyak hutan yang selama ini menahan air hujan, menjadi kebun kayu monokultur dengan tanaman Eucalyptus.
“Musim hujan ini kan kita sama tahu, apabila lahan itu di-land clearing, maka dia (tanah) tidak akan bisa mengikat air. Otomatis air mengumpul semua ke bawah, menyatu, dan menjadi satu aliran masuk ke sungai,” kata Marwoto kepada Borneonews usai rapat gabungan penanganan bencana banjir, di Kantor Bupati Kobar, Pangkalan Bun, Kamis (7/1/2015).
Kondisi itu, kata Marwoto, menyebabkan lonjakan debit air sungai dan akhirnya meluap ke pemukiman warga. Kondisi paling parah dialami Desa Penahan. Hutan di desa tersebut sudah berganti seluruhnya dengan tanaman monokultur Eucalyptus milik PT Korintiga Hutani.
Memutus akses jalan
Banjir tersebut melanda sejak Sabtu (2/1/2016). Sejumlah akses jalan dari dan menuju pusat kecamatan, putus akibat tertutup banjir. Ratusan bangunan rumah, termasuk fasilitas kesehatan, hingga kemarin, tergenang banjir, di antaranya sekitar 132 rumah di tiga RT Kelurahan Pangkut, 32 rumah di Desa Riam, dan 170 rumah di Desa Panahan.
Seorang warga bernama Ahmad Jainudiin, juga sempat hanyut dan terdampar di tumpukan sampah kolong jembatan Pangkut. Beruntung nyawanya selamat.
Banjir juga merendam akses jalan penghubung antardesa dan antarkecamatan. Bahkan, belakangan, akses utama penghubung Desa Gandis dan Kerabu dengan Desa Penyombaan putus oleh terjangan banjir.
“Kemudian akses jalan dari dan menuju Aruta, saat ini hanya bisa lewat jalan PT SINP dan PT PBNA di kilometer (KM) 37. Jalan yang lain putus tergenang air, termasuk jalan PT Korintiga itu,” papar Marwoto.
Bupati Kobar, Bambang Purwanto, memerintahkan seluruh dinas instansi terkait segera terjun ke lokasi banjir. Mereka diminta menangani bencana tersebut dan segala dampak yang ditimbulkannya.
Pihak swasta juga diharapkan bisa membantu, termasuk membuat sumur resapan, cekdam, atau embung. ‘’Tapi, kita yang tentukan titiknya,” tandas Bambang.
(B-1)


