PETERNAK ikan kerambah di bantaran Sungai Arut rugi besar. Ratusan keramba mereka berisi puluhan ton ikan siap panen, tersapu banjir besar yang datang dari kawasan hulu dalam lima hari terakhir.
“Ketika datang musim hujan, warga banyak yang membuat keramba baru dan bibit ikannya pun baru, yaitu terdiri dari ikan mas, nila, patin, dan bawal. Kalau tidak tersapu banjir harusnya sudah besar-besar dan siap panen," kata Camat Arut Utara (Aruta), Marwoto, Jumat (8/1/2016.
Terdapat tujuh desa di Kecamatan Aruta yang diterjang banjir besar sejak awal bulan ini. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air 1-5 meter dan ribuan orang harus mengungsi.
Uniknya, tujuh desa yang terkena banjir berada di dataran tinggi atau hulu Sungai Arut. Perubahan fungsi hutan yang tadinya sebagai daerah resapan air, oleh perusahaan Korea PT Korintiga Inhutani diduga menjadi biang terjadinya banjir tersebut. (MW/B-1)


