Pemerintah Kabupaten Katingan mengaku siap menampung orang utan yang hendak dilepasliarkan oleh Yayasan BOS (Borneo Orang Utan Survival).
Hal ini disampaikan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie dirinya menghadiri audensi dengan Yayasan BOS di ruang kerjanya, Jumat (8/1) kemarin.
"Ya kita hari ini dengan Yayasan BOS melakukan audensi terkait beberapa program BOS yang hendak melepasliarkan orang utan di wilayah kita ini," ujarnya kemarin.
Dalam audensi itu, sebut Bupati Tenglie telah disimpulkan dua kesepakatan, yakni Pemkab Katingan akan bekerjasama dengan Yayasan BOS pusat Jakarta, karena BOS adalah yayasan lingkungan untuk RI.
Kemudian salah satu program lainnya adalah aksi atau kegiatan pihak BOS yang ingin melepasliarkan orang utan di wilayah Kabupaten Katingan.
"Untuk rencana pelepasliaran itu sudah dilakukan penyampaian secara teknis di beberapa tempat, dan mereka meminta agar dapat difasilitasi pemda, karena ada beberapa persyaratan dalam rencana itu," sebutnya.
Menurut Bupati rencananya pada tanggal 13 Januari 2016 mendatang Yayasan BOS melaksanakan sosialisasi kepada masyarakat di wilayah yang sudah menjadi persyaratan secara habitat.
"Tadi sudah kita tunjuk BLH dalam rangka tindak lanjut terkait rencana BOS yang akan melepasliarkan orang utan di wilayah Kabupaten Katingan," katanya.
Salah satu lokasi yang bakal digunakan sebagai kawasan pelepasliaran orang utan itu, sebut Bupati Tenglie berada di wilayah Taman Nasional Bukit Baka Bukit Raya Kecamatan Bukit Raya Kabupaten Katingan. (GP/*)