GARA-gara banjir masih menggenangi perumahan dan sekolah-sekolah, maka kegiatan belajar-mengajar di Kabupaten Lamandau terganggu. Sebagai contoh, SD Negeri Min-Bulik yang ada di Jalan Batanggui, Kecamatan Bulik Timur  masih terendam hingga kedalaman 50 cm smpai 1 meter. Anak-anak  yang tidak bia masuk sekolah banyak yang menyambangi sekolah mereka yang terendam.

Amin dan Agil menengok sekolah mereka yang  masih terendam banjir SDN Min-Bulik Kelas-4 Jl. Batu Batanggui, Kecamatan Bulik, Kabupaten Lamandau (08/01/2016) sebagian kelas terendam banjir, khususnya halaman kelas 3 dan 4, akibat musim penghujan Sungai Lamandau meluap.

Sebagaimana diberitakan, banjir yang melanda sejumlah desa di beberapa kecamatan, Kabupaten Lamandau dalam beberapa hari terakhir kian meluas. Sebelumnya, banjir terdapat di beberapa titik sejumlah kecamatan, yakni Desa Sungai Tuat, Kecamatan Lamandau, Desa Nanga Palikodan, Kecamatan Bulik Timur, Desa Sungai Mentawa, Kecamatan Bulik dan Desa Bayat Kecamatan Belantikan Raya.

Tetapi, sejak dua hari terakhir bertambah lima desa lainnya. Mulai dari Desa Kujan, Batu Kotam, Bunut, kelurahan Nanga Bulik (RT 1 serta RT 8 A, B dan C) dan Desa Guci, Kecamatan Bulik yang sebagian rumah warganya terendam banjir.

“Sejak Sabtu pekan lalu, curah hujan di Lamandau memang cukup tinggi. Debit air di beberapa sungai besar, seperti Sungai Bulik, Sungai Lamandau, Sungai Belantikan mengalami kenaikan hingga merendam pemukiman warga,” jelas Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lamandau, Siwer S Andai, Kamis (7/1).

Berdasarkan laporan yang terdata saja, sudah ada sembilan desa dari berbagai kecamatan yang sebagian pemukiman warganya terendam banjir.

“Khusus di empat desa yakni Sungai Tuat, Nanga Palikodan, Bayat dan Sungai Mentawa tercatat ada 76 rumah warga yang terendam banjir. Dan sudah mendapatkan bantuan." (hn/andre/*)