SAMPIT –

BORNEONEWS, Sampit - Hand sanitizer atau cairan pembersih tangan yang diciptakan pelajar SDN4 Ketapang Sampit, Kotawaringin Timur telah melewati tahap uji laboratorium. 

Setelah dua kali pengujian hasilnya hand sanitizer dari bawang dayak itu terbukti efektif membunuh kuman. 

Hal ini diketahui setelah para murid bersama guru pendamping meminta Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kotawaringin Timur untuk menguji cairan pembersih tangan itu. 

"Hand sanitizer bawang dayak kami telah diuji mikrobiologi di Labkesda Kotim. Dari hasil uji (TPC) metode untuk menghitung  mikroba yang terdapat pada sampel makanan dan produk hasil pertanian," Sella Mega Utami, guru pendamping pembuatan hand sanitizer, Selasa 21 Juni 2022. 

Untuk sampel pertama cairan pembersih tangan bawang dayak dari SDN 4 Ketapang belum menunjukkan penurunan angka kuman yang signifikan dalam membunuh mikroba. 

Setelah pengujian sampel kedua  hasil uji TPC menunjukkan efektivitas cairan pembersih tangan bawang dayak dalam membunuh mikroba, hasil Uji TPC menunjukkan angka 0. 

--page

"Ini setelah menambah konsentrasi ekstrak bawang dayak pada hand sanitizer kami," tambah Asykuriah, Ketua Program Pembuatan Produk Inovasi SDN 4 Ketapang Sampit.

Sementara Kepala Labkesda Kotim, Liza Damayanti mengapresiasi pembuatan produk cairan pembersih tangan ekstrak bawang dayak yang telah diproduksi oleh siswa-siswi SDN 4 Ketapang. 

"Luar biasa baru kali ini ada siswa tingkat sekolah dasar yang menguji produk cairan pembersih tangan di Labkesda. Selama ini umumnya kami ikut membantu pengujian produk dan penelitian dari siswa-siswi tingkat SMP, SMA dan SMK," ujarnya. 

Pihak Labkesda Kotim mengaku sangat senang dari SDN 4 Ketapang telah muncul peneliti cilik yang sudah berani berkreasi, berinovasi. "Semoga ke depannya bisa lebih ditingkatkan lagi," katanya. (USAY NOR RAHMAD/B-6)