Truk yang melintasi jalan dan jembatan yang tidak memadai, akhirnya harus berurusan dengan warga. Karena jalan-jalan tanah hancur, dan jembatan kayu yang ada di desa itu juga remuk.  

 "Dengan kejadian ini, kami merasa dirugikan. Sopir atau pemilik mobil harus bertanggung jawab memperbaiki jembatan yang rusak," katanya.

Rudi, warga yang sama mengaku merasa dirugikan atas kerusakan jembatan setelah dilalui truk besar. Dia mengatakan selama tinggal di kampung ini tak ada truk sebesar ini masuk ke Desa Sei Tatas. "Jembatan yang rusak dilintasi truk Fuso ini adalah jembatan satu-satunya jalan menuju ke Kecamatan Pulau Petak. Kita berharap pemilik truck sesegera mungkin menganti lantai jembatan yang patah," katanya.

Sopir truk Fuso Hadri (40) warga Kelurahan Basirih, kawasan Jalan Lingkar Selatan Banjarmasin Kalsel yang ditemui di lokasi mengatakan, dia mengaku kesasar hingga masuk kampung. Sebenarnya, kata Hadri truk yang mengangkut mesin menuju ke PT GAL.

"Pada saat saya melintas di Jalan Pemuda (jalan provinsi), saya menanyakan kepada seorang warga di mana lokasi pabrik PT GAL, warga yang saya tanya menunjuk ke arah jalan Desa Sei Tatas. Ternyata jalan yang saya masuki adalah jalan kampung," kata Hadri.

Sementara itu, Daniel, salah satu manager di PT GAL yang dikonfirmasi via telepon selulernya, mengaku akan berkoordinasi dengan bagian yang memesan mesin di perusahaan. Tetapi kalau itu ada terjadi kerusakan jembatan yang mana truk bermuatan mesin melintasi di desa itu, maka pihaknya akan berkoordinasi."Kami akan menurunkan pihak manajemen ke lapangan untuk melakukan pengecekan, apakah benar itu pesanan PT GAL. Kalau pun benar dan terjadi kerusakan jalan maka kita akan berkoordinasi solusinya," katanya. (sri/*)