SUKAMARA-Warga Kelurahan Padang Sukamara, Harkan pencari sekaligus penampung garu laka ini mengaku karena sulit untuk mecari pohon garu, kini beralih untuk mencari akarnya karena masih memiliki nilai jual yang cukup tinggi. Akar pahon garu atau garu laka ini digunakan sebagai bahan dasar untuk kerajianan tangan seperti pembuatan gelang atau tasbih.
“Karena mencari pohonnya sudah sulit, sekarang mencari akarnya karena harganya cukup mahal” ucap Harkan
Harkan mengaku garu laka yang diterimanya dari warga dibeli dengan harga Rp14 ribu per kilogramnya degan ukuran yang sudah ditentukan, garu laka tersebut akan dibeli jika sudah dibersikan dari tanah dan dicuci degan air serta bagian rusak harus dibuang.
“Saya membeli garu laka dengan harga Rp15 ribu kemasyarakat dengan ukuran diameter tengah 3 sentimeter dan panjang minimal 60 sentimeter.” Kata Harkan di rumahnya, jum’at (08/01/2016)
Garu laka ini lanjutnya dibeli dari bebagai tempat, kebanyakan laka tersebut dihasilkan dari hutan Jami dan Naning Kalimantan Barat serta Naning Kabupaten Sukamara. Dalam sehari laka yang dikumpulakan mencapai 1 ton, karena pencari garu laka tersebut cukup banyak di Sukamara.
Garu laka yang dikumpulkan jika sudah terkumpul dengan jumlah banyak akan dikirim ke Pontianak Kalimantan Barat dan akan kembali dipasarkan ke berbagai daerah hingga ke luar negeri. (MG-13/*)


