BORNEONEWS, Pulang Pisau – Pemerintah Kabupaten Pulang Pisau melalui Dinas Pertanian setempat memastikan stok hewan kurban untuk menyambut Iduladha 1443 Hijriah aman dan dapat mencukupi kebutuhan masyarakat di tengah wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.
Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan Ternak, Dinas Pertanian Pulpis, Ibrahim, menyebutkan stok ternak sapi lokal sebanyak 250 ekor dan ternak kambing sebanyak 150 ekor.
”Jadi dalam menyambut Hari Raya Idul Fitri ini, kita memiliki stok ternak sapi yang ada di kabupaten Pulang Pisau sebagai 250 ekor sapi dan 150 ekor ternak kambing. Kami yakin ini cukup,” katanya.
Ibrahim menjelaskan bahwa untuk sementara waktu Pemkab Pulpis tidak berani menerima hewan ternak jenis sapi dan kambing dari luar daerah, kecuali ternak yang masuk tersebut dilengkapi dengan dokumen-dokumen, seperti surat jalan ternak dan surat keterangan kesehatan ternak yang disertai dokumen lainnya yang disertakan oleh Karantina hewan.
”Kenapa? Kita takut dan kuatir karena ternak yang kita datangnya itu membawa penyakit, yang berkaitan sekarang ini penyakit PMK," jelasnya.
--page
Ia juga mengungkapkan populasi ternak sapi di Pulpis saat ini mencapai 10 ribu ekor yang tersebar di 4 kecamatan. Yakni, Kecamatan Kahayan Hilir, Maliku, Pandih Batu dan Kecamatan Kahayan Kuala.
Terkaitan dengan hal tersebut, ia mengharapkan ternak sapi dari Pulpis keluar boleh. Karena sapi Pulpis merupakan sapi lokal yang aman dari PMK.
"Sesuai dengan arahan pidato Presiden RI kita segera akan menerima vaksin. PMK ini harus ditangani secara serius. Jadi, untuk mengantisipasi penyebaran PMK, ternak-ternak sapi, kambing dan babi akan dilakukan vaksin," tutupnya. (ang)









