JAKARTA –

BORNEONEWS, Jakarta - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mengatakan Presidensi G20 Indonesia mendorong forum G20, kerja sama multilateral yang mencakup 19 negara utama dan Uni Eropa, untuk memprioritaskan adaptasi perubahan iklim.

"Kita juga mendorong agar komunike dan hasil dari G20 ini bisa mendorong Indonesia untuk memastikan agar agenda adaptasi itu menjadi agenda yang juga sama pentingnya dengan mitigasi," kata Direktur Jenderal Pengendalian Perubahan Iklim KLHK Laksmi Dhenwanthi dalam konferensi pers Hasil Pertemuan Kedua G20 Environment Deputies Meeting and Climate Sustainability Working Group (EDM-CSWG) di Jakarta, Selasa.

Laksmi menuturkan selama ini upaya yang dilakukan lebih fokus pada mitigasi perubahan iklim untuk menurunkan emisi gas rumah kaca, padahal upaya untuk meningkatkan daya tahan atau resiliensi masyarakat terhadap perubahan iklim juga menjadi sangat penting.

Ia mengatakan hasil dari Presidensi G20 Indonesia pada 2022 tidak hanya berupa dokumen komunike atau deklarasi para pemimpin G20 di KTT G20 tapi Indonesia juga mendorong ada hasil lebih konkret berupa proyek-proyek kerja sama.

Komunike tingkat menteri akan menjadi masukan bagi penyusunan deklarasi para pemimpin G20 di Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) G20 yang akan diselenggarakan pada November 2022.
 

ANTARA