Produksi perikanan Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) perikanan tangkap meningkat setiap tahunnya. Kondisi ini dipengaruhi berkurangnya kapal-kapal asing yang beroperasi secara ilegal di Kotim. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kotim Jakatan saat ditemui <Borneonews> di ruang kerjanya, Kamis (8/1/2015).
“Penenggelaman kapal asing (ilegal0 yang dilakukan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) sejak 2014 lalu terbukti memberikan efek jera kepada para nelayan penangkap ikan ilegal menggunakan kapal asing ilegal,” terang dia.
Hal itu, lanjut dia, terbukti berpengaruh signifikan pada produksi perikanan tangkap di <Bumi Habaring Hurung>. Jumlah produksi perikanan Kotim tahun 2014 lalu meningkat 7% dibandingkan tahun 2013 dengan capaian produksi mencapai 15.430 ton. “Penenggelaman kapal itu sangat menguntungkan bagi nelayan lokal khususnya hasil tangkapan di laut,” kata dia.
Kondisi itu, kata Jakatan, juga diakui oleh para nelayan di Kotim. Meski hanya menggunakan kapal dan peralatan tradisional, namun hasil tangkapannya cukup bagus. Saat ini, DKP Kotim terus berupaya meningkatkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) nelayan dan petani keramaba. Sehingga produksi perikanan tangkap dan budidaya di Kotim bisa meningkat.
“Kami juga terus berupaya meningkatkan kemampuan SDM nelayan dan pembudidaya ikan dengan menyalurkan bantuan peralatan dan memberikan berbagai pelatihan. Dari upaya itu, diharapkan hasil melaut dan perikanan darat semakin banyak sehingga dapat menghidupkan perekonomian masyarakat,” ujar dia.
Menurut Jakatan, wilayah pesisir selatan Kotim mempunyai potensi kelautan yang cukup besar dengan jumlah nelayan yang cukup banyak.
“Namun potensi yang dimiliki daerah ini belum seluruhnya bisa digarap secara maksimal karena berbagai hal, salah satunya masih terbatasnya kemampuan nelayan dalam menangkap ikan dan mengelola hasil laut.” (RF/B-8)


