PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya - Kepala Bidang Kesmavet Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Palangka Raya, Sumardi mengatakan sampai saat ini belum kebagian vaksin untuk mengatasi Wabah penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan ternak.

"Belum ada vaksin yang didistribusikan untuk Palangka Raya. Selama ini vaksin diberikan untuk wilayah terparah PMK seperti di Kabupaten Kotawaringin Barat," katanya, Rabu 22 Juni 2022.

Padahal hewan ternak di sini sudah tertular PMK sejak 9 Juni 2022. Data terbarunya ada 48 kasus bergejala PMK dan sedang dikakukan proses untuk uji sampel di laboratorium.

"Kita sangat berharap distribusi vaksin PMK ini secepatnya kita terima, apalagi sekarang menjelang Hari Raya Iduladha. Saat hari besar ini kita harus memastikan hewan yang akan dikurbankan dalam kondisi sehat," jelasnya.

Pemerintah terus melakukan berbagai upaya untuk menekan peningkatan dan mencegah meluasnya PMK pada hewan ternak yang terjadi akhir-akhir ini.

Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan secepatnya melakukan pengadaan dan distribusi vaksin PMK dalam jumlah besar untuk vaksinasi hewan ternak.

--page

Untuk prioritas vaksinasi dibutuhkan sebanyak 28 juta dosis vaksin yang akan dipenuhi dengan vaksin impor dan vaksin dalam negeri dari Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) serta produsen vaksin dalam negeri. (HENDRI/B-11)