BORNEONEWS, Pangkalan Bun - Program Sekolah Penggerak merupakan program baru dari pemerintah pusat dalam mewujudkan manusia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya profil pelajar Pancasila.
Program Sekolah Penggerak berfokus pada pengembangan hasil belajar peserta didik secara holistik yang mencakup kompetensi (literasi dan numerasi) dan karakter, diawali dengan SDM yang unggul (kepala sekolah dan guru).
Sebagai salah satu dari SMA/SMK terpilih sebagai pelaksana Sekolah Penggerak di Kotawaringin Barat, SMAN 1 Kumai memulai langkah mempersiapkan penerapan kurikulum Profil Pelajar Pancasila dengan mengadakan In-House Training (IHT) selama 6 hari.
Kepala SMAN 1 Kumai, Paujiah menyampaikan IHT terkait implementasi kurikulum Profil Pelajar Pancasila (Program Sekolah Penggerak), diadakan 18-23 Juni 2022. "Pelaksanaan IHT di SMAN 1 Kumai melibatkan 55 guru dan 5 guru dari sekolah terdekat," ujarnya.
Materi pelatihan yang diberikan kepada para peserta IHT tersebut meliputi: Orientasi Pelatihan, Pendidikan yang Memerdekakan, Kerangka Kurikulum Program Sekolah Penggerak, Capaian Pembelajaran, Asesmen, Perangkat Ajar, Kurikulum Operasional Sekolah, dan Pengenalan Literasi Digial.
Materi pelatihan IHT difasilitasi Tim Komite Pembelajar SMAN 1 Kumai yang terdiri dari Pengawas Pembina, Kepala Sekolah dan 6 guru SMAN 1 Kumai yang sudah terlebih dulu mengikuti diklat nasional terkait program sekolah penggerak selama sepuluh hari secara daring.
--page
Dalam kesempatan yang sama, peserta IHT Wagiman mengaku bersyukur sekali bisa mengikuti kegiatan tersebut. Karena kegiatan pelatihan dilaksanakan dengan model penyampaian materi yang dibarengi dengan diskusi dan tugas mandiri.
"Pada sesi diskusi para peserta IHT sangat antusias dalam menyampaikan pendapat dan bertanya terkait materi yang disampaikan, sehingga pengalamannya dapat menjadi masukan untuk pengimplementasian kurikulum Profil Pelajar Pancasila ke depannya di SMAN 1 Kumai," ungkapnya. (DANANG/B-11)









