Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Kotawaringin Timur (Kotim) menggandeng Universitas Gadjah Mada (UGM) Yogyakarta untuk membuat perencanaan dan mengembangkan hutan kota di Sampit.

Hutan itu akan dicadangkan untuk ruang terbuka hijau (RTH) dan wahana penelitian bagi masyarakat Bumi Habaring Hurung.

“Kami memilih UGM karena mereka sudah berpengalaman menggarap hutan kota di sejumlah provinsi dan terbukti berhasil, lagipula kita tidak ada tenaga ahli sedangkan mereka ahlinya. Jadi nanti mereka akan meneliti, kemudian membuat master plan dan grand desaign pengembangan hutan kita itu,” kata Kepala Dinas Kehutanan dan Perkebunan (Dishutbun) Kotim Sanggul Lumban Gaol saat ditemui Borneonews di ruang kerjanya, Jumat (8/1/2016).

Ia melanjutkan kerjasama Pemkab Kotim dengan UGM itu diteken usai upacara peringatan HUT Kotim ke-63 di Stadion 29 November Sampit, Kamis (7/1/2016) lalu. Nota kesepahaman (MoU) kerjasama ditandatangani Penjabat Bupati Kotim Godlin mewakili Pemkab Kotim dan pihak UGM diwakili Dekan Fakultas Kehutanan UGM Satyawan Pudyatmoko dengan disaksikan Penjabat Gubernur Kalteng Hadi Prabowo.

Sanggul menjelaskan kerjasama yang dilakukan mulai perencanaan, pelaksanaan dan monitoring evaluasi sumber daya hutan di Kotim. Sedangkan lokasi yang bakal digunakan sebagai areal hutan kota terletak di Jalan Jenderal Sudirman Sampit dengan luas 294 hektare.

“Tempat itu nanti akan menjadi sarana rekreasi bagi masyarakat Kotim juga tempat penelitian dan kita berharap ke depan lokasi itu bisa menghasilkan PAD (Pendapatan Asli Daerah),” kata dia.

Ia berharap kerjasama Pemkab Kotim dengan UGM bisa berlanjut untuk kepentingan yang lebih luas seperti memberikan kemudahan bagi pelajar asal Kotim untuk menempuk pendidikan di perguruan tinggi tertua di Indonesia itu. “Respon positif telah disampaikan oleh Fakultas Kehutanan UGM terkait keinginan-keinginan tersebut,” cetus dia.

Perencanaan dari tim ahli UGM, lanjut dia, akan menjadi acuan Pemkab Kotim untuk mewujudkan hutan kota yang bisa dikembangkan secara terus menerus.

“Sebelumnya kita (Pemkab Kotim) juga menjajaki kerjasama dengan LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia) untuk mengembangkan Kebun Raya seluas 610 hektare yang berlokasi di hutan monumental Jalan Jenderal Sudirman Sampit.”
(FI/B-8)