TANAMAN padi milik sejumlah kelompok tani di tiga desa yakni Desa Palingkau, Tabiku dan Paren Kecamatan Danau Sembuluh, diserang hama walang sangit (hampangau).
Rata-rata luasan lahan pertanian yang terserang hama itu berkisar antara satu hingga satu setengah hektare.
Para petani di sana pun secara bersama-sama melakukan upaya pemusnahan hama dengan penyemprotan racun hama.
Menyikapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Seruyan Sugianoor mengatakan sudah menurunkan tim guna membantu petani untuk mengatasi masalah serangan hama pada tanaman padi yang baru berumur 2,5 bulan tersebut.
“Kami peroleh informasi berdasarkan laporan langsung dari petani. Sampai saat ini upaya pemusnahan hama masih kita lakukan,” kata Sugianoor, Jumat (8/1).
Menurut Sugianoor, serangan hama tersebut sebenarnya tidak begitu menimbulkan dampak buruk terhadap tingkat pertumbuhan tanaman padi.
Serangan hama walang sangit tersebut masih bisa diatasi dengan dilakukan penyemprotan hama.
“Obat atau racun yang digunakan untuk penyemprotan tidak begitu memberikan pengaruh terhadap pertumbuhan tanaman padi pada lokasi yang terserang hama. Upaya yang dilakukan sifatnya hanya untuk membunuh atau mengusir hama yang menghinggapi tanaman padi,” ujar dia.
Meski demikian, serangan hama, tetap menjadi perhatian pihaknya agar tidak sampai menimbulkan dampak buruk yang serius, dan bisa merugikan petani.
“Sejumlah kelompok tani dari tiap desa itu mengharapkan tersedianya peralatan yang digunakan untuk pembasmi hama seperti untuk penyemprotan. Soal itu, masih kita upayakan untuk dipenuhi,” kata dia.
Sugianoor menambahkan, pihaknya selalu terbuka dalam menerima laporan masalah pertanian.(B-11)


