BORNEONEWS, Pangkalan Bun - SMA Negeri 1 Kumai mengikuti penilaian sekolah adiwiyata, untuk mewakili kabupaten Kotawaringin Barat, dalam loma Adiwiyata Provinsi Provinsi Kalimantan Tengah tingkat SMA tahun 2022.
Penilaian Sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi Kalimantan Tengah, di SMAN 1 Kumai berlangsung hari ini, Rabu, 22 Juni 2022.
Disampaikan oleh Kepala Sekolah SMAN 1 Kumai Paujiah, ada beberapa persiapan yang pihaknya lakukan, mulai dari Peduli Berbudaya Lingkungan Hidup Sekolah (PBLHS) sampai ke hal-hal yang bersifat fisik.
"Kita juga lakukan pembenahan saluran drainase, pengelolaan serta pemilahan atau pengolahan sampah organik dan non organik," ujarnya.
Kemudian, pihaknya juga melakukan pengadaan green house, tempat pembudidayaan tanaman dan ikan, termasuk pemeliharaan serta pembibitan tanaman, juga bagaimana kebiasaan warga sekolah dituntut menjaga lingkungan hidup. Termasuk harus punya kalender kegiatan seperti Hari Bumi atau penanaman pohon.
--page
Guna menjadi Sekolah Adiwiyata, lanjut Paujiah, dibutuhkan keterlibatan semua warga sekolah, seperti para siswa, guru, staf, penjaga sekolah, hingga yang berjualan di kantin. Semua warga sekolah, harus mencintai lingkungan.
"Jadi yang dinilai bukan hanya sekolah yang bersih, tapi juga bagaimana kebiasaan warga sekolah dituntut menjaga lingkungan hidup. Termasuk kami harus punya kalender kegiatan seperti Hari Bumi atau penanaman pohon," tuturnya.
Oleh sebab itu, kata Paujiah, semua guru di SMA Negeri Kumai telah mendapatkan pembinaan dan arahan dari Dinas Lingkungan Hidup Kotawaringin Barat, agar bisa membentuk kebiasaan-kebiasaan yang mendukung Sekolah Adiwiyata.
"Salah satu prasyarat yang disampaikan adalah tong sampah isinya harus disesuaikan, antara yang organik dan anorganik. Kemudian pembuatan bak sampah komunal untuk sampah organik. Mengikuti penilaian Sekolah Adiwiyata, akan tercipta kebudayaan sekolah yang mencintai lingkungan hidup," ungkapnya.
Diketahui, bahwa aspek-aspek yang menjadi titik fokus dalam penilaian sekolah Adiwiyata tingkat Provinsi meliputi : Aspek kebijakan sekolah, Kurikulum, Partisipasi serta pengelolaan sarana dan prasarana yang mendukung sekolah ramah lingkungan.
Sementara itu, ketua pelaksana gerakan PBLHS SMA Negeri 1 Kumai, Ida Fitri mengharapkan PBLHS di lingkungan SMAN 1 Kumai ditingkatkan sehingga dapat merubah karakter dan perilaku pada siswa, guru, warga sekolah bahkan warga sekitar sekolah.
"Intinya gerakan tersebut berwawasan lingkungan, kalau dalam bahasa asing adalah istilah green school atau sekolah hijau. Jadi sekolah yang asri, aman dan nyaman untuk proses pembelajaran," pungkasnya. (DANANG/B-5)









