KEBIJAKAN pemerintah pusat yang menurunkan harga bahan bakar minyak (BBM) sejak 5 Januari lalu, rupanya tidak berpengaruh terhadap harga BBM jenis premium di tingkat eceran Kota Sampit.

Hampir semua pedagang eceran bensin masih menjual dengan harga yang sama seperti sebelum ada penurunan BBM, yakni Rp9 ribu per liter. Padahal premium saat ini hanya Rp6950 per liternya dibanding sebelumnya Rp7.300 per liter. Sedangkan solar yang sebelumnya Rp6.700 per liter, turun menjadi Rp5.650 per liter.

“Masih Rp9 ribu per liter di eceran, kata penjualnya masih stok lama, jadi belum ikut turun,” ujar Husni, warga Jalan Tjilik Riwut, Kecamatan Baamang, Kotim.

Harga BBM di eceran tersebut, terjadi merata di hampir semua wilayah Kota Sampit. seperti di Jalan H Imran, HM Arsyad, Kapten Mulyono, Pemuda, Sukabumi, Pramuka, dan lainnya.

Fauji, salah satu penjual bensin eceran di Jl DI Panjaitan, Kecamatan Ketapang, tidak turunnya harga bensin eceran yang dijual olehnya karena mereka masih menjual stok lama.

“Kami tidak mau rugi dong, makanya kami jual harga lama. Nanti kalau beli di pom dengan harga yang ditetapkan pemerintah pusat, maka kami akan menurunkan harga jual kami juga. Mungkin hanya Rp7 ribu atau Rp8 ribu per liternya,” ucap Fauji.
(MH/B-11)