RATUSAN mahasiswa Universitas Muhammadiyah Palangkaraya (UMP) Kampus II Kasongan menggelar demo damai di Kantor DPRD Kabupaten Katingan, Jumat (8/1/2016)
Kedatangan mahasiswa ke kantor wakil rakyat itu untuk meminta penjelasan dari Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir Ledie Nussa terkait beasiswa mahasiswa berprestasi dan kurang mampu pada tahun anggaran 2016 ini. Sayangnya, sang ketua ogah hadir dalam demo tersebut.
Pasalnya, Bupati Katingan Ahmad Yantenglie saat memberikan kuliah umum di UMP Kampus II Kasongan pertengahan Agustus 2015 lalu, disaksikan Ignatius L Nussa, pernah menjanjikan beasiswa kepada mahasiswa.
“Makanya kami menyampaikan aspirasi hari ini untuk menanyakan kejelasan terkait beasiswa itu dari pemda,” teriak koordinator aksi, Maulana Kawit.
Dalam aksinya, mahasiswa selain meneriakkan yel-yel, juga membawa kertas karton dengan berbagai macam tulisan, antara lain, ‘Kami perlu bukti bukan janji, kemudian kami tagih janji Pemkab Katingan’.
Maulana menyayangkan dengan sikap Ignatius Mantir L Nussa yang dinilai tidak menanggapi surat yang sebelumnya dilayangkan terkait audensi guna menyampaikan aspirasi pada hari itu.
Kemarin, mahasiswa hanya ditemui sejumlah anggota dewan, di antaranya Ketua Komisi I Karyadi, Dahlia, Marserius, Penyang, dan Eterlie.
Setelah mendapatkan penjelasan dari Karyadi akhirnya mahasiswa bersedia meninggalkan gedung dewan.
“Yang jelas kami diminta ketua Komisi I tadi untuk melayangkan surat agar dijadwalkan rapat dengar pendapat dengan DPRD, dan itu sudah kita sanggupi dan dalam waktu dekat kami akan sampaikan surat permohonan RDP itu ke dewan,” ucap Maulana.
Menurut Karyadi, demo mahasiswa itu dinila wajar untuk mengingatkan pemda. “Tadi saya sarankan agar para mahasiswa ini melakukan pendataan kepada mahasiswa yang berprestasi dan kurang mampu untuk disampaikan pada saat RDP nanti, data itu sebagai dasar untuk mengusulkan beasiswa itu dari pemda, namun juga harus disesuaikan dengan keuangan daerah.” (GP/B-5)


