BORNEONEWS, Palangka Raya - Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) DPRD Kota Palangka Raya, Noorkhalis Ridha mempertanyakan Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (SILPA) yang dinilai cukup besar pada APBD 2021.
Dalam pemandangan umum fraksinya atas laporan keterangan pertanggungjawaban (LKPJ) dia menyebut pada Perubahan APBD 2021 besaran pagu belanja ditargetkan sebesar Rp 1.282.200.280.151,00 dengan realisasi sebesar Rp 1.169.739.842.984,59. Selain itu ternyata ada penghematan belanja sebesar Rp 112.460.437.166,41.
Selanjutnya dalam APBD Tahun 2021 terdapat selisih antara pendapatan, belanja dan transfer sebesar Rp 88.994.669.203,60. Pada bagian ini terdapat sisa lebih pembiayaan anggaran (SILPA) tahun berjalan sebesar Rp 234.132.229.675,00.
“Hal itu yang kami tanyakan saat paripurna kemarin, kenapa terdapat SILPA yang cukup besar pada APBD Tahun Anggaran 2021 kemarin," kata Ridha, Kamis 23 Juni 2022.
Ia menambahkan, Fraksi PAN telah menyarankan agar ke depannya untuk lebih mempercepat penyelesaian anggaran, sehingga Pemko dapat meminimalisir SILPA dan persoalan program kegiatan yang tidak terselesaikan dan diakhir periode SILPA dapat ditekan.
--page
“Selanjutnya pada realisasi pembiayaan terjadi kelebihan sebesar 100,78 persen dari target yang sudah ditentukan, menurut fraksi kami sebaiknya kita bisa lebih cermat dalam menentukan target pembiayaan dalam tahun-tahun berikutnya. Hal ini berhubungan erat dengan kemampuan keuangan daerah nantinya," ungkapnya.
Pemandangan umum dari seluruh fraksi DPRD disampaikan saat Rapat Paripurna ke 3 Masa Sidang III Tahun 2021/2022. Wakil Ketua II, Basirun B Sahepar memimpin jalannya sidang dengan dihadiri oleh Wakil Wali Kota Palangka Raya, Hj Umi Mastikah. (HENDRI/B-5)









