BORNEONEWS, Sampit - Warga yang melintas di Jalan Kapten Mulyono, Sampit, Kotawaringin Timur, tepatnya di kawasan Jembatan Patah merasa risih dengan keberadaan sampah di sisi kanan dan kiri jalan itu.
"Makin tak enak dipandang mata, bahkan kadang-kadang mengeluarkan bau tak sedap," ungkap Depi, warga pengguna jalan, Kamis, 23 Juni 2022.
Kawasan ini sebelumnya merupakan tempat pembuangan sampah sementara. Namun kini kontainer sudah dipindahkan dan dilarang membuang sampah di kawasan itu, tapi oknum warga masih saja acuh.
"Kurang tahu siapa yang yang buang sampah di lokasi ini. Namun yang jelas sangat mengganggu lingkungan," kata Endra, warga lainnya.
Kawasan ini memang letaknya cukup jauh dari rumah-rumah warga. Sehingga tidak diketahui siapa saja pembuang sampah tersebut.
Meski demikian, kawasan ini merupakan salah satu titik ramai lalau lintas. Sebab banyak kendaraan angkutan perusahan yang juga melintas di kawasan itu. Sehingga keberadaan sampah ini cukup menggangu.
--page
Sebagian warga berharap akan ada tempat pembuangan sampah sementara dan diletakkan di lokasi yang lebih strategis. Bukan di pinggir jalan arau jembatan. Apalagi kawasan ini cukup jauh dari depo sampah. (USAY NOR RAHMAD/B-5)









