Peternak ikan kerambah di bantaran hulu Sungai Arut mengelami kerugian besar. Ratusan keramba mereka berisi puluhan ton ikan siap panen, tersapu banjir besar dalam sepekan terakhir.
“Ketika datang musim hujan, warga banyak yang membuat keramba baru dan bibit ikannya pun baru, yaitu terdiri dari ikan mas, nila, patin, dan bawal. Tapi saat mau panen saat ini, banyak keramba hancur tersapu banjir dan ikannya kabur,” kata Camat Arut Utara (Aruta), Marwoto, Jumat (8/1/2016).
Terdapat 10 dari 11 desa/kelurahan di Kecamatan Aruta yang diterjang banjir besar sejak awal bulan ini. Ratusan rumah terendam dengan ketinggian air 1-5 meter dan ribuan orang harus mengungsi.
Uniknya, daerah yang terkena banjir berada di dataran tinggi atau hulu Sungai Arut. Perubahan fungsi hutan yang tadinya sebagai daerah resapan air oleh perusahaan Korea PT Korintiga Inhutani, yang membangun hutan tanaman industri (HTI) rausan ribu hektare, diduga Camat Marwoto menjadi biang terjadinya banjir tersebut.
(MW/B-1)


