HAMPIR setahun lamanya PLN Rayon Nanga Bulik didera berbagai persoalan. Berawal dari matinya salah satu mesin sewa pada Februari 2015 lalu yang menyebabkan kelebihan daya tampung hingga harus mengeluarkan kebijakan pemadaman bergilir, beberapa kali kerusakan sparepart, matinya mesin inti. Hingga ditambahnya mesin PLTD baru yang dikirim dari Sampit (Kotawaringin Timur).
Setelah dipasangnya mesin dengan kapasitas cukup besar, pelanggan PLN di bulan-bulan akhir 2015 sudah mendapat angin segar.
PLN memberi penjelasan dengan mesin bantuan baru, maka kelebihan kapasitas daya akan teratasi.
Bahkan PLN merencanakan dimulainya pemasangan baru bagi masyarakat yang masuk ‘waiting list’.
Namun nyatanya, masyarakat harus gigit jari. Jangankan pasang baru, kondisi PLN saat ini saja byarpet dan tidak kunjung membaik.
“Pemadaman (listrik) akhir-akhir ini saya rasa justru tambah parah, jika dulu dijadwal, sekarang hampir tiap hari pemadaman 5 sampai 8 jam,” sesal Kara Wartono, 30, warga Sematu Jaya, Jumat (8/1).
Padahal, dengan janji PLN sebelumnya, masyarakat berharap di 2016 tidak terjadi pemadaman.
“Ada juga beberapa rekan kami yang mengajukan pemasangan baru sejak Juli 2015 lalu, tapi sampai saat ini belum terpasang juga, selalu dijanjikan nanti,” bebernya.
Ironisnya, diam-diam PLN melakukan pemasangan baru warga, seperti di salahsatu ruas jalan Batu Batanggui, Nanga Bulik.
Dikonfirmasi, Manajer PLN rayon Nanga Bulik, Aditya Yudanto menjelaskan bahwa terkait pemadaman saat ini disebabkan karena masih ada perbaikan jaringan yang dikerjakan. Sedangkan untuk pemasangan baru belum bisa dipastikan waktunya.
“Tunggu mesin baru datang lagi, mungkin bulan depan (Februari). Pemasangan baru yang dilaporkan itu sudah lama dan merupakan kompensasi dari gardu listrik di halamannya.”(HN/B-11)


