BORNEONEWS, Palangka Raya - Wali Kota Palangka Raya Fairid Naparin menyampaikan populasi masyarakat berdasarkan suku dan agama. Meski bersifat heterogen, masyarakat setempat hidup dengan damai, rukun dan saling toleransi.
Beragam Suku yang berdomisili di Kota Cantik itu antara lain Dayak 34,49 persen, Banjar 30,46 persen, Jawa 25,36 persen dan suku lainnya 9,69 persen.
Penduduk setempat juga beragam agama dan kepercayaannya di antaranya Islam 70,178 persen, Kristen 28,40 persen yang terdiri atas Protestan 26,42 persen dan Katolik 1,98 persen. Kemudian Hindu 1,24 persen, Budha 0,17 persen serta kepercayaan lainnya 0,01 persen.
"Keberadaan suku, agama, ras dan golongan ini disatukan dalam kearifan lokal masyarakat yaitu falsafah hidup “Huma Betang," kata Fairid, Sabtu 25 Juni 2022.
Huma artinya dalam bahasa Dayak Ngaju adalah rumah, sedangkan Betang adalah mengedepankan musyawarah mufakat, kesetaraan, kejujuran dan kesetiaan.
--page
"Filosofi ini menjadi pedoman dan diteladani oleh seluruh masyarakat yang hidup di Bumi Tambun Bungai. Sehingga selalu terjaga kerukunan antar semua golongan, suku, ras dan agama," pungkasnya. (HENDRI/B-6)









