Gayung bersambut. Menteri Dalam Negeri (Mendagri), Tjahjo Kumolo, menegaskan, gedung teknik dan arsip Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kalimantan Tengah (Kalteng) di Jalan Jenderal Sudirman, Palangka Raya, sengaja dibakar. Pelaku dan aktor intelektualnya dia anggap sebagai pengkhianat demokrasi dan harus dikejar sampai dapat.
“Kantor KPU Kalteng, saya tegaskan, tidak terbakar tetapi dibakar. Saat ini sedang dibentuk tim khusus dari Mabes Polri untuk menyelidikinya. Saya minta agar terus diusut sampai tuntas, sampai kapanpun sampai di temukan pelakunya dan motif apa di balik itu semua,” tegas Tjahjo saat rapat kordinasi persiapan pemilihan gubernur (pilgub) di Gedung DPRD Kalteng, Jumat (8/1/2016).
Kebakaran itu terjadi pada Minggu (29/11/2015) dini hari. Kebetulan saat itu situasi politik Kalteng memanas, pasca pencoretan pasangan calon (paslon) gubernur Kalteng bermasalah, Ujang Iskandar-Jawawi (paslon), oleh KPU RI (Pusat). Lalu muncul unjuk rasa yang mengancam penjegalan agenda Pilgub Kalteng jika UJ tidak dikembalikan sebagai paslon.
Indikasi dibakarnya kantor KPU, sebelumnya juga diungkapkan Kapolda Kalteng Brigjen Fakhrizal atas temuan Tim Pusat Laboratoriaum Forensik (Puslabfor) Mabes Polri Cabang Surabaya. Kapolda sekaligus menyebutkan, kebakaran Biro Keuangan dan Biro Ekonomi di komplek Kantor Gubernur Kalteng, Jalan RTA Milono, Palangka Raya, Minggu (1/11/2015) siang, juga terindikasi disengaja.
Tjahjo mengemukakan, tim khusus terus menyelidiki dan meneliti ribuan percakapan handphone untuk mengungkap pelaku atau otak pembakaran KPU Kalteng. “Siapapun yang melakukan pembakaran itu, adalah penghianat demokrasi yang sudah dibangun cukup baik selama ini termasuk di Kalteng. Tidak bisa di biarkan, harus diusut sampai tuntas,” kata politikus senior PDIP itu.
Tim penyelidikan
Ketua KPU RI (Pusat), Husni Kamil Manik, yang ikut hadir dalam rapat koordinasi kemarin juga meminta polisi untuk mengungkap dan menangkap pelakunya.
Sementara Polda Kalteng berjanji secepatnya mengungkap pelaku pembakaran itu. “Kita sudah membentuk beberapa tim. Tapi itu tak bisa diumbar-umbar dulu,” kata Direktur Reskrimum Polda Kalteng, Kombes Purnama Barus.
Ia juga meminta masyarakat yang memiliki informasi untuk dapat membantu pengungkapan. “Informasinya sampaikan kepada kita,” imbuh Purnama.
(ART/CA/RZ/B-1)


