RIBUAN warga di sepuluh desa di Kabupaten Lamandau, Kalimantan Tengah (Kalteng), terkepung banjir sejak awal pekan ini. Sedikitnya 226 rumah terendam di perkampungan yang terisolasi akibat putusnya akses jalan antardesa dan kecamatan dengan ketinggian air 1,5-2 meter.
Banjir tersebut akibat meluapnnya beberapa sungai induk di Lamandau yang tidak mampu lagi menampung tingginya curah hujan. Yaitu Sungai Lamandau, Sungai Bulik, dan Sungai Belantik.
Luapan airnya itu menerjang Desa Sungai Tuat, Nanga Palikodan, Sungai Mentawa, UPT Bayat, Bunut, Kujan, Guci, Batu Kotam, dan Kelurahan Nanga Bulik. "Ini paling parah, setidaknya selama lima tahun terakhir," kata Abdul Hakim, warga Nanga Bulik RT 8, Sabtu (9/1/2016).
Kondisi terakhir, kemarin petang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Lamandau melaporkan banjir mulai sedikit surut sekitar 5 sentimeter (cm). ''Kuat kemungkinan surutnya air karena intensitas hujan di daerah hulu sungai mulai menurun," kata Kepala BPBD Lamandau Siwer S Andai. (HN/B-1)


