BORNEONEWS, Palangka Raya - Anggota DPRD Kalteng, Duwel Rawing menyebut keberadaan perpustakaan desa atau perpusdes memiliki peranan penting dalam meningkatkan literasi masyarakat.
Oleh Karena itu, Duwel Rawing mendorong pemerintah daerah (pemda) melalui instansi terkait agar dapat memaksimalkan pemanfaatan perpusdes, yang tersebar di Bumi Tambun Bungai.
Duwel mengatakan, perpusdes dapat menjadi salah satu solusi bagi pemda untuk menunjang pendidikan bagi masyarakat khususnya para pelajar di pedesaan. Mengingat sejauh ini, keterbukaan informasi belum tersampaikan secara merata karena keterbatasan jaringan telekomunikasi.
"Saya melihat bahwa pemerintah sudah punya perpustakaan yang tersebar di desa-desa dihampir seluruh wilayah Kalteng. Namun, perpusdes itu belum bisa dimanfaatkan secara maksimal, karena memang operasionalnya belum berjalan secara baik. Hal ini kami harap bisa mendapat perhatian dari pemda," ucapnya Minggu, 26 Juni 2022.
Dirinya menilai, keberadaan perpusdes sangat penting bagi masyarakat desa. Sebab, selain sebagai tempat mencari informasi dan literasi. Perpusdes juga bisa menjadi tempat untuk menunjang pengembangan sumber daya manusia (SDM) desa agar semakin unggul dan berdaya saing.
--page
"Pemerintah juga bisa menggandeng pihak ketiga, baik itu swasta ataupun perguruan tinggi untuk semakin meningkatkan pemanfaatan perpusdes ini. Sehingga, hambatan pelaksanaan pendidikan karena ketiadaan jaringan internet itu bisa diminimalkan," jelasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip (Dispursip) Kalteng, Luqman Alhakim mengatakan, dalam upaya meningkatkan literasi melalui pemanfaatan perpusdes. Pihaknya telah menjalin kerja sama bersama Lembaga Penelitian dan Pengabdian pada Masyarakat Universitas Palangka Raya (LPPM-UPR).
Sehingga, kerja sama tersebut diharapkan dapat menjadi tempat bagi mahasiswa UPR memaksimalkan perpustakaan yang tersedia sebagai tempat kegiatan program kerja ketika melakukan kegiatan kuliah kerja nyata (KKN). Dengan harapan, masyarakat di desa akan lebih mengenal tentang perpustakaan di tempatnya masing-masing.
"Kami harap, mahasiswa UPR dapat menjadi agen pendorong untuk meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat, terlebih khususnya di desa-desa, melalui program kerja pada kegiatan KKN," imbuhnya. (DONNY D/B-5)









