LEBIH dari 3.000 guru SD, SMP, dan SMA di Kota Bandarlampung, Provinsi Lampung, mempertanyakan realisasi pembayaran tunjangan sertifikasi tahun 2015 yang hingga Januari 2016 ini belum juga dibayarkan.
“Padahal pastinya dana tersebut sudah masuk dan dikirim dari pusat untuk disalurkan kepada kami guru-guru yang berhak menerimanya,” ujar salah seorang guru SMP di Bandarlampung. Mereka juga mengaku sudah mengecek kepada guru penerima dana sertifikasi dari daerah lain di Lampung yang umumnya sudah menerima dana tersebut pada akhir 2015 lalu.
Sejumlah guru yang juga menjadi pengurus organisasi guru di Bandarlampung itu mengaku berupaya menanyakan kepada sejumlah pihak. Namun hingga kini, dana sertifikasi guru belum juga dibayarkan.
Berkaitan permasalahan itu, ratusan guru di Bandarlampung telah menggelar pertemuan dengan Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung dan instansi terkait di aula SMAN 2 Bandarlampung, Sabtu (9/1/2016).
Pertemuan yang berlangsung sempat memanas dan nyaris terjadi insiden tidak diinginkan. Pihak Dinas Pendidikan Kota Bandarlampung memastikan bahwa proses pencairan dana sertifikasi guru untuk triwulan ketiga dan keempat akan segera dilakukan pada Senin (11/1/2016) mendatang.
“Untuk yang masih menunggak triwulan ketiga akan mulai diproses pencairan Senin nanti. Sedangkan untuk triwulan keempat akan dicairkan pada tahap berikutnya,” kata Kepala Dinas Pendidikan Bandarlampung Suhendar, di hadapan ratusan guru dalam pertemuan itu.
Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Bandarlampung Suharto menegaskan, pihaknya akan terus berusaha untuk memperjuangkan apa yang menjadi hak guru. (Ant/B-2)








