SAMPIT dengan Ikon Kota Ikan Jelawat, memberikan beban bagi Pemkab Kotim melalui Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) setempat, untuk terus mengembangkan jenis ikan tawar ini. Tahun ini, DKP akan lebih mengotimalkan budidaya ikan tersebut melalui berbagai program.

Kepala DKP Kotim Jakatan, mengatakan pada tahun lalu 5.000 ekor bibit ikan jelawat dibudidayakan di Balai Benih Ikan di Bagendang. Tahun ini program ini akan dilanjutkan dengan pembuatan kolam demplot ikan. “Sekitar 10 kelompok demplot dengan dikelola masyarakat, program ini dipusatkan di Kecamatan Kotabesi, karena memang yang cocok perairannya di wilayah sana,” jelas dia, belum lama ini.

DKP akan menyediakan keramba apung, bibit, dan pakan. Kemudian, agar program kolam demplot itu bisa berhasil sesuai target, DKP rutin memantau dan membimbing masyarakat pembudidaya. Selain itu, sarjana-sarjana perikanan yang ada di Kotim akan digandeng dan akan ditempatkan guna membantu pembibitan dan pembesaran di demplot-demplot ikan jelawat.

Harga ikan jelawat sendiri di pasaran berkisar Rp55 ribu hingga Rp80 ribu per kilogram.

Selain budidaya, DKP juga menargetkan hasil olahan ikan jelawat bisa dipasarkan. Menurut Jakatan, pihaknya rutin memberikan pelatihan dan mengarahkan hasil olahan ikan jelawat di Rumah Kemasan Ikan Jelawat di Jalan A Yani Sampit.
(RF/B-2)