MEMASUKI musim hujan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kotawaringin Timur tetapkan status siaga banjir, terutama untuk wilayah yang menjadi langganan banjir.
“Mulai pada 15 Desember lalu Kotim sudah siaga banjir,” kata Kepala Bidang Penanggulangan Bencana dan Logistik di BPBD Kotim, Sutoyo, Minggu (10/1/2016).
Dengan ditetapkan status siaga banjir, BPBD Kotim telah membuat surat imbauan kepada seluruh pemerintah kecamatan dan desa untuk waspada banjir dan bila curah hujan terus meningkat.
“Diharapkan masyarakat mengamankan harta benda di tempat yang lebih tinggi. Kepala desa dan camat membuat laporan ke bupati melaui BPBD dan Dinsosnakartrans untuk minta bantuan peralatan penyelamatan serta makan dan minum bila banjir sudah melumpuhkan aktivitas ekonomi, pendidikan dan merendam tempat-tempat umum.”
BPBD sendiri, terus melakukan koordinasi dengan pemerintah kecamatan serta kepala desa yang menjadi langganan banjir khususnya di wilayah utara Kotim. Dari data BPBD Kotim, terdapat enam kecamatan di Kotim yang menjadi langganan banjir, yakni, Kecamatan Kota Besi, Bukit Santuai, Kuala Kuayan, Tualan Hulu, Telaga Antang, Antang Kalang, serta Cempaga Hulu.
“Dalam waktu dekat ini kami akan turun ke Kecamatan Bukit Sentuai, dan Kuaiyan untuk cek ketinggian air karena di beberapa kecamatan di wilayah utara sudah kami pasang patok banjir.”
Pada Minggu siang, hujan deras disertai angin kencang mengguyuri Kota Sampit, dari pukul 12.10 WIB hingga pukul 14.30 WIB. Hujan deras tersebut berpotensi banjir khususnya di permukiman warga di dua kecamatan wilayah perkotaan. (FI/B-7)


