PALANGKA RAYA –

BORNEONEWS, Palangka Raya – Sekretaris Daerah (Sekda) Kalimantan Tengah, Nuryakin menyampaikan lima pesan terkait penanganan inflasi Kalteng saat rapat high level meeting Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Provinsi Kalteng.

Pertama ia berharap informasi dari dari seluruh stakeholders terkait kondisi perkembangan harga komoditas bahan pokok di daerah dan strategi serta upaya yang telah dan akan dilakukan oleh masing-masing TPID.

“Kedua diharapkan TPID bersama SOPD dan instansi terkait agar terus melakukan upaya pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang kebutuhan pokok,” sebut Nuryakin saat membacakan sambutan tertulis gubernur seperti dikutip dari MMC Kalteng, Senin 27 Juni 2022.

Selain memantau ia meminta dilakukan upaya stabilisasi melalui operasi pasar bekerjasama dengan Bulog, Distributor, pedagang besar dan petani/peternak pada masing-masing daerah.

Kemudian khusus untuk komoditas sapi diharapkan adanya upaya dari instansi terkait untuk dapat meredam kenaikan harga di tengah kebijakan karantina akibat adanya PMK, termasuk opsi untuk melakukan kerja sama dengan daerah lain.

--page

Sedangkan poin ketiga, TPID dan SOPD terkait diharapkan dapat mengembangkan sentra produksi komoditas tertentu yang bergejolak, seperti bawang merah agar sedapat mungkin dikembangkan di wilayah Kalteng sehingga mengurangi pasokan dari luar wilayah.

Selanjutnya SOPD dan instansi terkait di Kalteng agar dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap dampak atau konsekuensi atas kebijakan dalam menaikan tarif jasa layanan publik yang berada dalam kewenangannya sehingga tidak mendorong peningkatan inflasi lebih lanjut.

Terakhir, Nuryakin meminta agar secara bersama-sama terus melakukan komunikasi yang efektif dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak sehingga ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kenaikan inflasi dapat terkendali dengan baik. (HERMAWAN DP/B-6)