BORNEONEWS, Palangka Raya - Presiden Jokowi membuka keran ekspor pada 23 Mei 2022, setelahnya PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS mengantongi izin untuk melakukan ekspor CPO bersama 40 perusahaan perkebunan kelapa sawit lainnya.
"SSMS menargetkan produksi CPO perusahaan di tahun 2022 naik 6 hingga 8 persen dari tahun 2021," kata Corporate Secretary SSMS, Swasti Kartikaningtyas, Senin 27 Juni 2022.
Pada 2021, PT SSMS memproduksi 444.720 metrik ton, sehingga produksi CPO pada 2022 ditargetkan sebanyak 566.265 ton. "Untuk target penjualan CPO kami perkirakan sebesar Rp5,47 triliun," tuturnya lagi.
Selain Sawit Sumbermas Sarana, ada beberapa nama perusahaan besar sawit lainnya yang juga mendapat izin ekspor. Meski demikian tidak disebutkan dalam perizinan berapa banyak volume ekspor yang diberikan persetujuan ekspor oleh pemerintah, kepada masing-masing dari 41 perusahaan tersebut.
"Kami belum dapat memberi informasi lebih detail terkait berapa banyak CPO yang akan diekspor oleh perusahaan," jelasnya lagi. (TESTI PRISCILLA/B-6)









