BANJIR luapan air Sungai Arut yang melanda ratusan rumah di Kelurahan Pangkut, Kecamatan Arut Utara (Aruta), Kabupaten Kotawaringin Barat (Kobar) membuat warga yang tinggal di RT 1 dan 2, nyaris terisolasi.
Kondisi ini membuat warga kesulitan mencari bahan makanan. “Kalau tidak banjir, biasanya ada mobil pedagang sayur yang ke sini. Sekarang kita yang harus cari pedagang sayur. Yang kasihan itu warga yang sudah tua dan tidak punya kendaraan,” kata Sumarno, warga RT 2 Kelurahan Pangkut, Jumat (8/1/2016).
Ia mengaku pasrah terhadap situasi buruk yang sedang berlangsung. Meski kebanjiran, dirinya dan para tetangga belum berencana mengungsi. Para warga tetap memilih tinggal di rumahnya masing-masing.
Warga membuat bangunan tambahan di dalam rumah, agar tidak kebasahan saat tidur. “Di sini masih mendingan. Yang di RT 1 sana, warganya sudah mengungsi. Di sana sampai 3 meter banjirnya,” kata Sumarno.
Sumarno menuturkan, banjir tak hanya menggenangi hampir seluruh perumahan warga. Jalan terdekat yang menghubungkan daerah tempat tinggalnya dengan daerah perkotaan Pangkut, juga terendam banjir sepanjang 200 meter dengan tinggi mencapai lutut orang dewasa.
Sejak banjir melanda daerahnya, Sumarno maupun para tetangga, telah menitipkan kendaraan sepeda motor maupun mobil ke tempat lebih tinggi. Namun begitu, untuk bepergian menggunakan kendaraan pribadi ke perkotaan Pangkut, warga harus kebasahan. Lantaran harus berjalan melintasi banjir ke tempat penitipan kendaraan.
Terjunkan 15 personel
Banjir yang melanda Aruta membuat Satuan Sabara Polres Kobar sejak Jumat (8/1/2016) hingga Minggu (10/1/2016) terjun ke lokasi banjir untuk membantu warga. Kapolres Kobar Ajun Komisaris Besar Polisi Heska Wahyu Widodo melalui Kasat Sabara Ajun Komisaris Polisi Stevanus Tri Gatot, menjelaskan, mereka mengerahkan sedikitnya 15 personel yang diperkuat dengan dua unit perahu karet. “Intinya kita membantu warga. Bila menemukan warga yang rumahnya tergenang parah kita bantu mengungsi,” jelasnya.
Selain membantu aktivitas warga, personel Sabara turut menjaga keamanan di kelurahan dan desa yang terkena banjir.”Anggota Sat Polair juga turut serta ke lapangan untuk membantu korban banjir.”
(RD/YD/B-2)


